Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Cambridge Rilis Laporan Global: Siswa Belum Siap Hadapi Masa Depan, Sekolah Harus Berubah

Cambridge Rilis Laporan Global: Siswa Belum Siap Hadapi Masa Depan, Sekolah Harus Berubah

Agathon AgnarAgathon Agnar Internasional 17 September 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Cambridge University (foto: Chris Boland/unsplash)
Cambridge University (foto: Chris Boland/unsplash)

Jakarta (beritajatim.id) – Sebuah laporan pendidikan global terbaru dari Cambridge University Press & Assessment mengungkap fakta mengkhawatirkan: kurang dari setengah siswa merasa siap menghadapi masa depan, meskipun para guru memiliki keyakinan lebih tinggi terhadap kesiapan mereka.

Laporan berjudul “Menavigasi Masa Depan: Mempersiapkan Peserta Didik untuk Sukses di Dunia yang Terus Berubah” ini merupakan hasil survei terhadap sekitar 7.000 guru dan siswa dari 150 negara. Laporan tersebut juga diperkuat dengan wawasan dari para pakar lintas bidang, termasuk pendidikan, psikologi, teknologi, dan kebijakan global.

Teknologi Jadi Pedang Bermata Dua

Salah satu temuan utama laporan ini adalah soal peran teknologi digital dalam pendidikan. Di satu sisi, teknologi dipandang mampu memperkuat pembelajaran. Namun di sisi lain, siswa dan guru juga mencemaskan gangguan dan ketergantungan yang berlebihan pada perangkat.

“88% guru menyatakan bahwa rentang perhatian siswa semakin pendek,” tulis laporan tersebut.

Keterampilan Penting, Tapi Sulit Dikuasai

Manajemen diri (self-management) dianggap sebagai keterampilan paling penting untuk masa depan, tetapi juga yang paling sulit untuk diajarkan dan dipelajari. Sekitar 23% guru dan 19% siswa mengaku mengalami kesulitan dalam aspek ini.

Sementara itu, keterampilan komunikasi—termasuk empati dan kemampuan sosial—dianggap sangat penting untuk keberhasilan akademik dan sosial. Sayangnya, 61% guru mengatakan bahwa rasa takut dihakimi menjadi hambatan besar dalam membina keterampilan interpersonal siswa.

Baca Juga:  Kapal Tanker Saudi Mulai Lintasi Selat Hormuz, Pasar Minyak Pantau Dampak Perdamaian AS-Iran

“Sekolah harus menciptakan lingkungan yang aman secara psikologis dan inklusif,” kata laporan itu.

Pengetahuan Akademik Tak Cukup

Menariknya, laporan ini juga mengungkap bahwa meskipun pengetahuan mata pelajaran penting untuk kemajuan pendidikan, ia dipandang kurang relevan setelah siswa lulus. Artinya, fokus pendidikan ke depan harus lebih seimbang antara konten akademik dan pengembangan keterampilan.

Kurang dari:

  • 48% siswa merasa siap untuk pendidikan berikutnya
  • 45% siswa merasa siap menghadapi kehidupan setelah sekolah
  • Sebaliknya, 67% guru yakin siswa mereka siap melanjutkan pendidikan, dan 59% percaya mereka siap menghadapi masa depan.

Pandangan Ahli dan Praktisi

Michael Stevenson, Konsultan Senior OECD, menyatakan bahwa laporan ini penting karena menempatkan siswa sebagai pusat perubahan.

“Jika kaum muda ingin berkembang, mereka harus menemukan cara membangun tujuan dan kemandirian. Di sinilah peran pendidikan,” tegasnya.

Senada, Dr. Iwan Syahril, mantan Dirjen GTK Kemendikbud RI, menilai bahwa laporan ini adalah sinyal kuat bagi reformasi pendidikan global.

“Dengan lensa yang lebih berani dan melibatkan banyak pemangku kepentingan, karya ini bisa memengaruhi praktik pendidikan dunia secara luas,” ujarnya.

Langkah Nyata Cambridge

Sebagai tindak lanjut dari temuan ini, Cambridge telah meluncurkan sejumlah inisiatif, di antaranya:

  • Profil Keterampilan, alat baru untuk membantu siswa mengenali dan mengembangkan keterampilan penting;
  • Sumber daya guru untuk penguatan fungsi eksekutif, bekerja sama dengan Prof. Sara Baker dari University of Cambridge;
  • Forum Pendidikan Global dan forum siswa permanen untuk menyuarakan ide masa depan;
  • Kurikulum Kesejahteraan Psikologis untuk siswa usia 14 tahun ke atas.
Baca Juga:  Warga Uzbekistan Ditangkap di Korea Selatan, Diduga Danai Kelompok Teroris KTJ dan Hamas

Pendidikan Internasional di Persimpangan Strategis

Menurut Rod Smith, Managing Director Cambridge International Education, temuan ini menegaskan pentingnya peran sekolah dan guru dalam era perubahan global.

“Sekarang adalah momen penting bagi pendidikan global. Sekolah hebat, guru hebat, dan kurikulum yang jelas akan menjadi fondasi masa depan yang tangguh,” ungkapnya.

Laporan Cambridge ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya soal nilai dan ujian, tetapi juga soal kesiapan mental, sosial, dan emosional siswa untuk menghadapi dunia yang terus berubah. Dalam konteks tersebut, peran guru dan desain kurikulum menjadi lebih penting dari sebelumnya. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Cambridge University
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.