Surabaya (beritajatim.id) – Olahan daging kurban identik dengan sate, rendang, atau gulai. Padahal, daging sapi kurban juga bisa diolah menjadi menu kekinian dengan cita rasa premium seperti sei sapi asap ala kafe.
Sei sapi merupakan hidangan khas Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terkenal dengan aroma smoky dan rasa gurih khas hasil pengasapan. Proses tradisionalnya memang menggunakan kayu kosambi, namun versi rumahan tetap bisa dibuat tanpa alat khusus.
Cukup menggunakan teflon atau wok di dapur rumah, kamu sudah bisa menghasilkan sei sapi dengan aroma asap yang menggoda dan tekstur empuk.
Berikut resep sei sapi asap rumahan yang cocok dijadikan alternatif menu anti-bosan saat Iduladha.
Bahan Utama dan Marinasi
- 500 gram daging sapi kurban
- 4 siung bawang putih, haluskan
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok teh kaldu sapi bubuk
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1 sendok makan minyak goreng
Untuk hasil terbaik, gunakan bagian daging seperti gandik atau samin lembu yang memiliki sedikit lemak. Potong daging memanjang searah serat dengan ketebalan sekitar 1 hingga 1,5 cm.
Bahan Asap Rumahan
- 1 genggam beras mentah
- 3 sendok makan gula pasir
- 2 lembar daun teh kering
- Daun pisang secukupnya
- Aluminium foil
Campuran beras, gula, dan daun teh akan menghasilkan aroma asap khas dengan sentuhan karamel dan teh yang wangi.
Cara Membuat Sei Sapi Asap Rumahan
1. Marinasi Daging
Lumuri potongan daging menggunakan bawang putih halus, garam, kaldu bubuk, merica, dan minyak goreng.
Remas perlahan agar bumbu lebih meresap ke dalam serat daging. Setelah itu, simpan dalam kulkas selama 30 hingga 60 menit agar cita rasa lebih maksimal.
2. Proses Pengasapan dengan Teflon
Siapkan teflon atau wok yang cukup dalam, lalu lapisi bagian dasar menggunakan aluminium foil agar wadah tidak gosong.
Taburkan beras, gula pasir, dan daun teh di atas aluminium foil tersebut. Setelah itu, letakkan rak kawat atau saringan besi di atasnya.
Alasi rak menggunakan daun pisang, lalu tata daging yang sudah dimarinasi di atas daun pisang tanpa ditumpuk agar matang merata.
Tutup rapat teflon dan nyalakan kompor dengan api kecil hingga sedang. Biarkan proses pengasapan berlangsung selama 20 sampai 30 menit hingga daging berubah kecoklatan dan matang.
Balik daging satu kali di tengah proses agar aroma asap merata di seluruh bagian.
3. Searing agar Aroma Lebih Keluar
Setelah matang, angkat daging lalu iris tipis melawan arah serat agar teksturnya lebih empuk saat dimakan.
Panaskan sedikit minyak atau mentega di teflon bersih, lalu tumis cepat irisan sei sapi menggunakan api besar selama 1 hingga 2 menit sampai bagian pinggirnya sedikit garing.
Teknik ini akan memberikan efek charred ala restoran sekaligus memperkuat aroma smoky.
Sei sapi paling nikmat disajikan bersama sambal lu’at khas NTT atau sambal matah Bali yang segar. Tambahan tumis daun singkong dan nasi hangat juga membuat cita rasanya semakin lengkap.
Perpaduan rasa gurih, asap, dan pedas segar membuat menu ini cocok menjadi variasi olahan daging kurban yang berbeda dari biasanya.
Selain mudah dibuat, sei sapi asap rumahan juga bisa menjadi stok lauk praktis di kulkas karena cita rasanya tetap lezat saat dipanaskan kembali. (aga)


as a preferred source on Google




