Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Fenomena Performative Male: Tren Gaya Hidup Pria Gen Z yang Jadi Perbincangan Global

Fenomena Performative Male: Tren Gaya Hidup Pria Gen Z yang Jadi Perbincangan Global

Agathon AgnarAgathon Agnar Lifestyle 11 September 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya (beritajatim.id) – Fenomena performative male atau pria performatif kini tengah ramai dibicarakan di berbagai platform media sosial. Istilah ini merujuk pada citra diri yang dibangun sebagian pria, khususnya dari kalangan Generasi Z, untuk terlihat progresif, sensitif, dan emosional—meski sering kali hanya di permukaan.

Tren ini pertama kali berkembang di dunia maya, namun perlahan merambah ke kehidupan nyata. Bahkan, sebuah kontes bertema performative male pernah digelar di Jakarta dan sempat viral setelah diunggah akun Instagram @ussfeeds. Dari situ terlihat jelas, fenomena ini bukan sekadar obrolan digital, melainkan sudah menjadi bagian dari budaya pop.

Menurut media internasional Stuff, pria performatif adalah sosok yang tampil seolah progresif dan sadar emosional. Mereka mungkin terlihat akrab dengan buku feminis, rutin bicara tentang kesehatan mental, hingga rajin mendengarkan musisi indie. Namun, motivasi utama di balik citra itu sering kali bukanlah pertumbuhan pribadi, melainkan demi validasi sosial dan daya tarik di mata perempuan modern.

Fenomena ini bisa dikenali dari beberapa pola yang muncul, antara lain:

  • Persona Tampilan
    Mereka kerap menampilkan atribut yang dianggap berlawanan dengan maskulinitas tradisional, seperti membawa tote bag, minum matcha, rajin terapi, hingga paham astrologi.
  • Konten Media Sosial
    Kehidupan mereka dibingkai dalam unggahan estetik di TikTok atau Instagram. Narasi yang muncul biasanya tentang healing, self-love, atau self-care.
  • Motivasi Terselubung
    Alih-alih tumbuh secara autentik, motivasi di balik persona ini sering kali hanya untuk memikat orang lain atau mendapatkan pengakuan sosial.
Baca Juga:  5 Tips Bikin Mood Kerja Membaik

Dari sisi psikologi, fenomena ini punya sisi positif karena menantang maskulinitas lama yang kaku. Namun, masalah muncul ketika yang ditonjolkan hanya citra luar. Di balik kesan lembut dan terbuka, ada dorongan kuat akan validasi dan status.

Fenomena serupa sebenarnya bukan hal baru. Pada era 1970-an, misalnya, banyak pria yang menyatakan dukungan pada gerakan feminisme kedua. Namun, tidak jarang motivasinya sekadar untuk mendekati perempuan atau menghindari kritik sosial.

Lalu di era 1990-an, budaya pop melahirkan arketipe “pria bohemian” atau “sad boy” lewat film Reality Bites hingga High Fidelity. Sosok ini digambarkan emosional dan puitis, tetapi tetap menyimpan sisi manipulatif.

Kini, atribut performatif lebih modern: dari puisi dan musik eksperimental bergeser ke matcha, tote bag, kamera analog, hingga diskusi feminisme di kafe. Meski wujudnya berubah, pola dasarnya tetap sama—membangun citra demi validasi.

Fenomena performative male mengingatkan kita bahwa autentisitas tetap lebih penting daripada sekadar tampilan estetik. Pertumbuhan pribadi seharusnya berangkat dari ketulusan, bukan hanya untuk menarik perhatian atau mencari pengakuan.

Pada akhirnya, tren ini membuka diskusi penting tentang maskulinitas, gender, dan relasi sosial di era digital. Namun, publik perlu lebih kritis: apakah seorang pria benar-benar tumbuh dan belajar, atau sekadar membangun persona demi citra sosial? (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
fenomena performative male gaya hidup Gen Z pria performative male pria performatif tren pria performatif
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026 Lifestyle

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle

5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Setelah Terbangun Tengah Malam, Jangan Langsung Lihat Jam!

3 Juli 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026
Berita Terbaru
PN Jepang Sanae Takaichi

Survei Mainichi: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kabinet PM Jepang Sanae Takaichi Turun ke 41 Persen

20 Juli 2026
Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026
Polri menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembiayaan PT PPA kepada PT BAS. Kerugian negara mencapai Rp38,8 miliar dan aset Rp14,4 miliar disita.

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembiayaan PT PPA ke PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

20 Juli 2026

12 Tips Menggoreng Ikan agar Tidak Berminyak, Renyah Tahan Lama dan Matang Sempurna

20 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.