Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Fenomena Quiet Quitting: Cara Pekerja Muda Menjaga Keseimbangan Kerja dan Kesehatan Mental

Fenomena Quiet Quitting: Cara Pekerja Muda Menjaga Keseimbangan Kerja dan Kesehatan Mental

Agathon AgnarAgathon Agnar Lifestyle 19 Desember 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya (beritajatim.id) – Dalam beberapa waktu terakhir, istilah quiet quitting semakin sering muncul di media sosial dan forum profesional. Fenomena ini banyak dibicarakan oleh pekerja muda usia 18–35 tahun, khususnya mereka yang bekerja di wilayah perkotaan seperti Surabaya, Sidoarjo, hingga Malang. Tekanan kerja yang tinggi serta tuntutan selalu responsif menjadi faktor utama munculnya tren ini.

Meski kerap disalahartikan, quiet quitting tidak identik dengan sikap malas atau ingin berhenti bekerja. Justru, konsep ini berkaitan erat dengan upaya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Quiet quitting adalah sikap di mana karyawan tetap menjalankan tugas sesuai dengan deskripsi pekerjaan dan jam kerja yang telah disepakati. Namun, mereka memilih untuk tidak mengambil pekerjaan tambahan di luar tanggung jawab tanpa kompensasi yang jelas.

Dalam praktiknya, karyawan dengan pendekatan ini tetap profesional dan produktif, tetapi menolak budaya kerja berlebihan seperti lembur terus-menerus, membalas pesan kantor di luar jam kerja, atau memikul beban yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawabnya.

Generasi muda yang tumbuh di era digital menghadapi tantangan tersendiri dalam dunia kerja. Aplikasi komunikasi membuat batas antara waktu kerja dan waktu pribadi semakin tipis. Di Jawa Timur, terutama pada sektor kreatif dan jasa, banyak pekerja muda merasa dituntut untuk selalu siap kapan saja.

Quiet quitting kemudian muncul sebagai strategi menjaga kesehatan mental. Tujuannya bukan menurunkan kinerja, melainkan mencegah kelelahan fisik dan emosional agar produktivitas tetap terjaga dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Gemas, Ratusan Balita Adu Kecepatan di Push Bike Race Mojo Fest 2025 di Mojokerto

Menetapkan batasan kerja bukan berarti menjadi karyawan yang tidak berdedikasi. Justru, hal ini dapat membantu menjaga performa kerja tetap optimal. Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain:

  • Disiplin terhadap jam kerja
    Menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan dan benar-benar beristirahat setelah jam kerja berakhir.
  • Fokus pada kualitas kerja
    Mengutamakan hasil yang rapi dan efektif dibandingkan memaksakan lembur yang berpotensi menurunkan kualitas.
  • Manfaatkan waktu akhir pekan
    Mengisi waktu luang dengan aktivitas yang menyenangkan, seperti berwisata singkat atau menikmati alam di kawasan Jawa Timur, dapat membantu memulihkan energi.
  • Mengatur notifikasi pekerjaan
    Membatasi notifikasi grup kerja saat hari libur merupakan langkah wajar demi mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas.

Pada dasarnya, quiet quitting adalah tentang bekerja secara proporsional. Dengan batasan yang jelas, karyawan tetap dapat menunjukkan profesionalisme tanpa harus mengorbankan kesehatan mental dan kehidupan pribadi.

Karier yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh jam kerja panjang, tetapi juga oleh kemampuan menjaga keseimbangan hidup. Sebab, performa terbaik hanya bisa dicapai ketika tubuh dan pikiran berada dalam kondisi yang sehat. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
fenomena quiet quitting quiet quitting
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026 Lifestyle

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle

5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Setelah Terbangun Tengah Malam, Jangan Langsung Lihat Jam!

3 Juli 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026
Berita Terbaru
PN Jepang Sanae Takaichi

Survei Mainichi: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kabinet PM Jepang Sanae Takaichi Turun ke 41 Persen

20 Juli 2026
Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026
Polri menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembiayaan PT PPA kepada PT BAS. Kerugian negara mencapai Rp38,8 miliar dan aset Rp14,4 miliar disita.

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembiayaan PT PPA ke PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

20 Juli 2026

12 Tips Menggoreng Ikan agar Tidak Berminyak, Renyah Tahan Lama dan Matang Sempurna

20 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.