Surabaya (beritajatim.id)- Kebaya dipakai waktu ada acara pernikahan pasti sudah biasa? Tapi pernah gak sih kalian melihat orang pakai kebaya buat jalan-jalan di tempat wisata atau mall?
Nyatanya kini banyak anak muda yang mulai mengekspresikan diri melalui kebaya. Kebaya yang dulu identik dengan acara resmi atau hari besar nasional, kini mulai tampil di ruang publik dengan cara yang lebih santai dan modern. Meski begitu, tetap saja nggak banyak orang yang berani menggunakan kebaya di tempat umum.
Perkembangan penggunaan pakaian kebaya ini tidak lepas dari hasil konstruksi sosial yang berkembang seiring modernisasi. Dulu, kebaya hanya digunakan sebatas ketika terjadi kegiatan kebudayaan saja sehingga menciptakan ruang gerak yang sempit.
Kini, di tangan anak gen z, kebaya mulai digunakan sebagai satu fashion yang tidak hanya digunakan dalam kegiatan formal saja, melainkan juga digunakan pada kegiatan sehari-hari seperti nongkrong, kuliah, kerja, dan kegiatan lainnya.
Kebaya sebagai fashion santai ini pun menimbulkan berbagai reaksi, ada yang memuji sebagai bentuk cinta budaya, tapi tak sedikit pula yang menganggapnya terlalu “niat” atau “tidak pada tempatnya”. Padahal, penggunaan kebaya ini memiliki beberapa potensi untuk semakin mengenalkan budaya ke dunia luar. Selain itu, penggunaan kebaya sebagai fashion juga menjadi simbol ekspresi diri.
Penggunaan kebaya sebagai fashion dapat dipadukan dengan beberapa style, seperti memadukan kebaya dengan jeans, sneakers, totebag, dan lainnya yang memberikan kesan santai dan lokal. Memadukan kebaya dengan barang-barang modern tidak hanya memberikan rasa aesthetic saja, tetapi juga sebagai bentuk cinta terhadap kebudayaan bangsa.
Fenoma penggunaan kebaya sebagai fashion dan tren juga dapat dijadikan sebagai upaya melindungi kebudayaan benda dari gerusan budaya luar yang semakin marak masuk ke Indonesia. Sebagai anak bangsa dan generasi yang berkembang, sudah sepatutnya kita menjaga warisan kebudayaan yang kita miliki.
Namun, pada nyatanya masih banyak anak muda yang belum berani untuk mengekspresikan diri menggunakan kebaya. Perlu keberanian untuk dapat tampil “beda” di ruang publik. Pandangan orang dan komentar yang masuk menjadi ketakutan terbesar karena dianggap “aneh”.
Meskipun begitu, tidak ada salahnya untuk mencoba tampil berbeda dengan menggunakan kebaya sebagai fashion.
Semakin banyak orang yang melakukannya akan semakin mudah untuk menjadikan fashion kebaya diterima oleh publik. Karena itu, sebagai bagian dari generasi muda, yuk mulai tampil dengan kebaya kebanggaan kita.
Percaya deh, kamu nggak cuma tampil anggun, tapi juga sedang ikut melestarikan budaya lewat cara yang keren dan kontekstual. [aje]







