Surabaya (beritajatim.id) – Bagi sebagian besar masyarakat, momen berbuka puasa sering kali dianggap belum lengkap tanpa kehadiran secangkir kopi dan sebatang rokok. Namun, kebiasaan langsung mengonsumsi keduanya saat perut dalam keadaan kosong setelah belasan jam berpuasa dapat memicu gangguan kesehatan serius. Sindrom dispepsia (nyeri ulu hati) hingga Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) menjadi ancaman utama, di samping potensi gangguan ritme jantung.
Secara medis, lambung yang kosong selama kurang lebih 13 jam memiliki sensitivitas tinggi terhadap zat iritan. Berikut adalah panduan bijak bagi Anda yang tetap ingin menikmati kopi dan rokok tanpa mengorbankan kesehatan pencernaan:
1. Jangan Jadikan Kopi sebagai Menu Pembuka
Sifat asam pada kopi dan kandungan kafeinnya dapat merangsang sekresi asam klorida (HCl) di dalam lambung secara mendadak. Jika diminum langsung saat berbuka, hal ini berisiko mengiritasi mukosa (dinding) lambung dan memicu inflamasi. Pastikan Anda membatalkan puasa terlebih dahulu dengan air putih dan makanan ringan, seperti kurma atau buah-buahan, untuk menetralkan pH lambung sebelum menerima asupan kafein.
2. Beri Jeda Waktu yang Cukup
Waktu terbaik untuk menikmati kopi adalah sekitar 30 hingga 60 menit setelah makan besar. Jeda ini bertujuan agar lambung sudah terisi makanan padat yang mampu menjadi “bantalan” pelindung dari efek asam kopi. Batasi pula konsumsi maksimal satu cangkir kecil (sedang) di malam hari agar siklus sirkadian dan kualitas tidur Anda tetap terjaga untuk persiapan sahur.
3. Hindari Merokok Langsung Saat Perut Kosong
Merokok segera setelah azan magrib berkumandang sangat berbahaya bagi fisiologi tubuh. Secara medis, paparan nikotin dapat melemahkan otot Lower Esophageal Sphincter (LES)—yakni katup yang membatasi antara kerongkongan dan lambung. Melemahnya katup LES inilah yang memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan (refluks). Selain itu, karbon monoksida yang masuk ke aliran darah saat perut kosong dapat menurunkan kadar oksigen drastis, memicu pusing, mual, hingga takikardia (jantung berdebar cepat). Tunggulah minimal setelah Anda makan berat.
4. Imbangi dengan Hidrasi Ekstra
Kopi memiliki efek diuretik yang merangsang ginjal untuk membuang cairan tubuh lebih cepat melalui urine. Jika Anda mengonsumsi kopi dan merokok secara bersamaan, risiko dehidrasi seluler akan meningkat. Pastikan asupan air putih ditingkatkan dua kali lipat dari biasanya untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh. Hal ini sangat penting untuk mencegah dehidrasi kronis selama menjalankan ibadah puasa, terutama di tengah kondisi cuaca Surabaya yang cenderung lembap dan panas.
Dengan menerapkan langkah-langkah mitigasi di atas, ibadah puasa di bulan Ramadhan tahun ini dapat berjalan lancar, dan tradisi menikmati kopi tetap bisa dilakukan secara aman.


as a preferred source on Google




