Surabaya (beritajatim.com) – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur memastikan tidak ada tanda pengereman dalam kecelakaan bus pariwisata di Probolinggo yang menewaskan delapan orang. Fakta tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan awal Traffic Accident Analysis (TAA) di lokasi kejadian.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), bus diduga kehilangan kendali saat melaju di jalan menurun. Kendaraan itu meluncur sejauh sekitar 60 meter sebelum akhirnya menghantam bagian bawah jalan. Polisi menegaskan tidak ditemukan jejak pengereman di titik kecelakaan.
“Korban meninggal sebagian besar duduk di sisi kanan bus mulai dari baris keempat hingga ke belakang. Hal ini sesuai dengan keterangan sejumlah saksi penumpang yang duduk di baris depan,” jelas Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, Selasa (16/9/2025).
Selain korban tewas, insiden tragis tersebut juga menyebabkan 35 penumpang luka-luka. Menurut Iwan, sebagian sudah diperbolehkan pulang, sementara korban luka berat masih menjalani perawatan di RS Bina Sehat Jember.
Bus Melaju dengan Kecepatan Tinggi
Polisi mengungkap, bus yang dikemudikan Albahri melaju di jalan menurun dengan kecepatan tinggi sebelum hilang kendali. Bagian depan hingga belakang bus mengalami kerusakan parah akibat benturan keras.
“Hasil analisis kecepatan bus sebelum kecelakaan diperkirakan antara 64 hingga 80 kilometer per jam. Ini masih pemeriksaan sementara,” tegas Kombes Iwan dikutip dari beritajatim.com
Kondisi Kendaraan dan Pengemudi
Dari sisi kelayakan administrasi, bus dinyatakan lengkap, mulai dari uji kir, surat kendaraan, hingga dokumen pengemudi. Pemeriksaan kesehatan juga memastikan sopir dalam kondisi normal dan tidak terpengaruh obat-obatan terlarang.
“Perawatan bus sesuai ramp check juga dinyatakan layak jalan. Namun untuk memastikan kondisi teknis, kami masih menunggu keterangan ahli dari pabrikan Hino selaku produsen bus. Kami ingin memastikan apakah sistem pengereman berfungsi normal atau terjadi gangguan,” tambahnya.
Dari hasil sementara, transmisi bus ditemukan berada di posisi gigi 3 saat berhenti pascakecelakaan. “Ini ditemukan saat pemeriksaan kondisi bus jika dalam kecelakaan itu bus masih berada di transmisi gigi 3,” ungkap Iwan.
Investigasi Berlanjut
Ditlantas Polda Jatim bersama tim TAA Mabes Polri serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan penyelidikan mendalam. Dugaan adanya rem blong belum bisa dipastikan hingga menunggu hasil pemeriksaan teknisi pabrikan.
“Potensi penetapan tersangka akan kami konstruksikan setelah seluruh hasil olah TKP dan pemeriksaan ahli dikumpulkan. Saat ini kami sudah memeriksa sembilan saksi, terdiri dari penumpang dan warga sekitar lokasi kejadian,” jelasnya.
Iwan menegaskan, kepolisian terus mengawal proses perawatan korban serta mendampingi keluarga besar penumpang yang masih dirawat. (ted)







