Surabaya (beritajatim.id) – Nyamuk Aedes aegypti, dikenal sebagai penyebab utama demam berdarah (DBD), semakin mengancam kesehatan masyarakat.
Nyamuk ini hidup di air jernih dan memiliki siklus perkembangbiakan yang sangat cepat, hanya dalam tiga hari nyamuk ini sudah dewasa dan siap menyebarkan penyakit.
Kita sering menemui nyamuk culex dan anopheles di malam hari yang meskipun menggigit dan mengganggu tidur, tidak membawa penyakit seberbahaya Aedes.
Oleh karena itu, kewaspadaan tinggi diperlukan terhadap nyamuk Aedes yang aktif di siang hari. Kampanye 3M (mengubur, menutup, menguras) terus digaungkan untuk mengurangi tempat-tempat berkembang biaknya seperti bak mandi, genangan air di kaleng, dan ban bekas.
Cara pencegahan umum selain menjaga kebersihan lingkungan adalah dengan menggunakan obat nyamuk semprot, oles, atau bakar.
Namun, penggunaan bahan kimia ini bisa menimbulkan efek samping bagi manusia seperti sesak napas dan iritasi mata. Oleh karena itu, banyak yang mulai beralih menggunakan tanaman pengusir nyamuk alami.
Tanaman Pengusir Nyamuk Efektif
- Geranium (Pelargonium graveolens)
Mengandung geraniol dan sitronelol, efektif mengusir nyamuk dan sering digunakan dalam sabun mandi dan aromaterapi. - Zodia (Evodia suaveolens)
Tumbuhan asal Papua ini mengandung evodiamine dan rutaecarpine yang dapat membuat nyamuk dan lalat stres. - Selasih (Ocimum spp.)
Mengandung geraniol, eugenol, linalool, dan metil eugenol yang efektif mengusir nyamuk namun bisa memicu pusing jika dihirup berlebihan. - Lavender (Lavandula latifolia)
Memiliki aroma yang tidak disukai serangga, sering digunakan dalam lotion anti nyamuk. - Rosemary (Rosmarinus officinalis)
Selain indah dan wangi, tanaman ini bisa mengacaukan penciuman nyamuk.
Tanaman-tanaman ini efektif jika ditempatkan di area favorit nyamuk seperti kolong meja, pojokan gelap, dan lemari. Namun, hindari menaruhnya di kamar tidur pada malam hari karena tanaman akan menyerap oksigen yang kita butuhkan.
Resistensi Nyamuk Terhadap Obat
Nyamuk Aedes aegypti memiliki kemampuan untuk mengembangkan resistensi terhadap bahan kimia dalam obat nyamuk. Proses mutasi gen dalam nyamuk yang selamat dari penyemprotan memungkinkan mereka menjadi lebih tahan terhadap obat-obatan.
Meskipun belum ada penelitian pasti tentang berapa lama resistensi ini terbentuk, upaya pencegahan yang konsisten dan efektif tetap diperlukan untuk mengendalikan populasi nyamuk ini. (mnd/hdl)


as a preferred source on Google




