Jakarta (beritajatim.id) – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan peninjauan langsung terhadap layanan kereta api di Yogyakarta guna memastikan kesiapan angkutan arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 berjalan aman dan optimal. Kunjungan ini dilakukan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat yang menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu simpul utama pergerakan penumpang selama libur akhir tahun.
Dalam peninjauan di Stasiun Yogyakarta, Menhub menyoroti adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta, total penumpang kumulatif hingga 1 Januari 2026 mencapai 931.806 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan capaian periode Natal dan Tahun Baru tahun lalu yang tercatat 844.959 penumpang.
Peningkatan trafik tersebut dipandang sebagai indikator tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api. Namun, Menhub menegaskan bahwa lonjakan penumpang harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Menurutnya, pertumbuhan jumlah pengguna tidak boleh hanya dilihat sebagai capaian statistik, melainkan sebagai tantangan untuk memastikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan manusiawi.
Kementerian Perhubungan meminta seluruh pemangku kepentingan perkeretaapian, termasuk operator dan pengelola stasiun, untuk bersiaga penuh menghadapi puncak arus balik Nataru. Fokus perhatian diarahkan pada kesiapan fasilitas pendukung, pengaturan alur penumpang, serta penguatan aspek keselamatan, khususnya di tengah kepadatan stasiun dan jalur kereta.
Menhub Dudy juga menekankan pentingnya peningkatan layanan fisik di stasiun, seperti kenyamanan ruang tunggu, pengaturan suhu ruangan, serta kehadiran petugas keamanan yang memadai. Perhatian khusus diberikan pada keselamatan penumpang anak dan kelompok rentan, mengingat tingginya aktivitas di area stasiun selama periode liburan.
Selain aspek pelayanan, faktor keselamatan operasional turut menjadi sorotan. Menhub mengingatkan perlunya antisipasi terhadap kondisi cuaca serta kesiapan lintasan kereta, mengingat periode arus balik Nataru beririsan dengan masa transisi menuju musim hujan di sejumlah wilayah. Kewaspadaan dinilai krusial agar tidak terjadi gangguan perjalanan yang berpotensi mengganggu kepercayaan publik.
Peninjauan di Yogyakarta juga memiliki dimensi strategis jangka menengah. Menhub mengaitkan kesiapan angkutan Nataru dengan agenda transportasi berikutnya, yakni angkutan Lebaran yang akan berlangsung dalam waktu relatif dekat. Dengan jeda persiapan yang terbatas, evaluasi selama Nataru dipandang sebagai bahan penting untuk perbaikan sistem dan layanan ke depan.
Usai meninjau Stasiun Yogyakarta, Menhub melanjutkan pengecekan konektivitas antarmoda dengan menaiki Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Langkah ini menegaskan pentingnya integrasi transportasi darat dan udara dalam mendukung kelancaran mobilitas penumpang.
Sebelumnya, pada malam pergantian tahun 31 Desember 2025, Menhub Dudy juga meninjau langsung pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru di Bandara Juanda Surabaya. Rangkaian kunjungan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menjaga konsistensi pengawasan di berbagai simpul transportasi nasional.
Lonjakan penumpang kereta api di Yogyakarta selama Nataru 2025/2026 pada akhirnya menjadi cerminan tantangan klasik sektor transportasi publik: bagaimana mengelola pertumbuhan permintaan tanpa mengorbankan keselamatan dan kualitas layanan. Di titik inilah, keberhasilan angkutan Nataru tidak hanya diukur dari kelancaran perjalanan, tetapi dari sejauh mana negara hadir memastikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di tengah mobilitas yang kian tinggi. (ian)


as a preferred source on Google




