Surabaya (beritajatim.id) – Menguasai sikap asertif menjadi salah satu kemampuan penting di dunia kerja karena dapat meningkatkan kualitas komunikasi antar rekan kerja sekaligus mengurangi risiko miskomunikasi.
Sikap asertif berarti mampu menyampaikan pendapat dengan tegas, terbuka, namun tetap menghormati lawan bicara, sehingga komunikasi berjalan lebih jelas dan kolaborasi tim menjadi lebih efektif.
Banyak karyawan merasa kesulitan menyampaikan ide saat rapat atau terpaksa menerima tugas di luar tanggung jawab karena takut menyinggung perasaan rekan kerja. Dengan kemampuan asertif, karyawan bisa mengekspresikan pendapatnya dengan percaya diri tanpa merugikan pihak lain.
Sikap asertif berbeda dengan agresif. Orang yang bersikap asertif mengedepankan keterbukaan dan kejujuran, tetapi tetap mempertimbangkan hak lawan bicara. Sebaliknya, orang agresif lebih menekankan ego dan sering mengabaikan perasaan orang lain.
Dalam berkomunikasi, orang asertif mampu memberikan respons yang tenang dan menghargai pendapat lawan bicara, sedangkan orang agresif cenderung cepat emosional dan sulit mendengarkan. Selain itu, orang asertif biasanya aktif mendengar dan tidak ragu untuk bertanya agar pemahaman mereka sesuai dengan lawan bicara, berbeda dengan orang agresif yang jarang mempertimbangkan sudut pandang orang lain.
Sikap asertif juga memungkinkan seseorang menyampaikan kebutuhan pribadi dengan jujur tanpa menyalahkan pihak lain, sementara orang agresif sering mengorbankan orang lain demi kepentingan diri sendiri.
Selain berbeda dengan agresif, sikap asertif juga tidak sama dengan pasif. Orang pasif cenderung menghindari konflik, sulit mengekspresikan pendapat, dan membiarkan keputusan ditentukan orang lain.
Sebaliknya, orang asertif melihat konflik sebagai tantangan yang bisa diselesaikan bersama, mampu membela diri, berinteraksi secara terbuka tanpa menyakiti lawan bicara, serta bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan mereka sendiri.
Kepercayaan diri yang baik menjadi salah satu ciri utama perilaku asertif, sehingga seseorang mampu menghadapi konsekuensi dari setiap perkataan atau keputusan yang diambil.
Menguasai sikap asertif di tempat kerja membawa berbagai manfaat. Karyawan yang asertif lebih berani menyampaikan ide dan pendapat, mengurangi salah paham, memperkuat kerja sama tim, serta meningkatkan produktivitas karena batasan dan tanggung jawab setiap anggota tim jelas.
Untuk menerapkan sikap asertif, seseorang perlu menyampaikan pendapat dengan sopan, mendengarkan secara aktif, menggunakan bahasa “saya” untuk mengekspresikan perasaan tanpa menyalahkan, serta menetapkan batasan dengan jelas. Kemampuan ini juga perlu dilatih secara rutin agar menjadi kebiasaan alami.
Secara keseluruhan, menguasai sikap asertif di dunia kerja bukan hanya soal kemampuan komunikasi, tetapi juga strategi membangun hubungan profesional yang sehat dan produktif.
Dengan menjadi asertif, setiap karyawan dapat mengekspresikan pendapat dengan percaya diri, menghindari konflik, dan mendorong kolaborasi tim yang lebih efektif. (aga)


as a preferred source on Google




