Teheran (beritajatim.id) – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki permusuhan dengan negara-negara di kawasan Teluk meskipun serangan rudal dan drone terus dilaporkan terjadi di wilayah tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian pada Minggu (9/3/2026) di Teheran, sebagai klarifikasi atas pernyataan sebelumnya yang sempat ditafsirkan sebagai sinyal bahwa Iran akan menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga.
Menurut Pezeshkian, sejumlah pihak yang disebutnya sebagai “musuh” telah menafsirkan pernyataannya secara keliru sehingga memicu kesalahpahaman di kawasan. Ia menegaskan bahwa Iran tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, Presiden Iran juga memperingatkan bahwa negaranya akan merespons apabila wilayah negara lain digunakan sebagai pangkalan serangan terhadap Iran oleh pihak luar.
Konflik Regional Memanas
Pernyataan Pezeshkian muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Beberapa negara melaporkan adanya serangan drone dan rudal yang memasuki wilayah udara mereka.
Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sedikitnya 15 drone yang masuk ke wilayah udara, termasuk di area timur ibu kota Riyadh.
Sementara itu, Qatar melaporkan bahwa wilayahnya sebelumnya menjadi sasaran 10 rudal balistik dan dua rudal jelajah yang diduga diluncurkan dari Iran. Sebagian besar proyektil tersebut berhasil dicegat tanpa menimbulkan korban jiwa.
Laporan serupa juga datang dari Kuwait, yang menyebut militernya menghadapi gelombang drone yang memasuki wilayah udara negara tersebut. Otoritas setempat menyatakan bahwa fasilitas tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait sempat menjadi target serangan.
Selain itu, beberapa fasilitas sipil mengalami kerusakan material akibat serpihan proyektil yang jatuh saat proses intersepsi.
Di Bahrain, sebuah pabrik desalinasi air laut dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan drone. Otoritas setempat juga menyebut beberapa orang terluka akibat serpihan rudal yang jatuh.
Konflik Dipicu Serangan AS dan Israel
Ketegangan terbaru di kawasan Timur Tengah dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran melalui serangkaian operasi militer yang menyasar berbagai wilayah di Timur Tengah.
Konflik tersebut kini memasuki hari kedelapan, dengan eskalasi serangan yang masih terus terjadi.
Perbedaan Sikap di Internal Pemerintahan Iran
Meski Presiden Pezeshkian menekankan pendekatan diplomatik terhadap negara-negara Teluk, pernyataan sejumlah pejabat Iran menunjukkan retorika yang berbeda.
Kepala lembaga peradilan Iran Gholam-Hossein Mohseni-Ejei menyatakan bahwa ada indikasi wilayah beberapa negara di kawasan digunakan oleh pihak yang dianggap sebagai musuh Iran, baik secara terbuka maupun tersembunyi.
Ia menegaskan bahwa serangan terhadap target yang dianggap terkait dengan ancaman tersebut dapat terus dilakukan sebagai bagian dari strategi yang telah disepakati oleh pemerintah dan institusi negara.
Perbedaan pernyataan antara pejabat tinggi Iran ini memunculkan spekulasi mengenai adanya perbedaan pandangan di dalam kepemimpinan negara.
Isu Suksesi Pemimpin Tertinggi Iran
Situasi politik Iran juga dipengaruhi oleh proses penentuan pemimpin tertinggi Iran yang akan menggantikan Ayatollah Ali Khamenei.
Sejumlah tokoh disebut-sebut menjadi kandidat potensial, termasuk Mojtaba Khamenei, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, Ali Larijani, serta beberapa ulama senior lainnya.
Namun, seorang ulama senior Iran Ahmad Alamolhoda menyatakan bahwa proses pemungutan suara untuk menentukan pemimpin tertinggi sebenarnya telah dilakukan oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts).
Menurut Alamolhoda, keputusan mengenai penerus Khamenei telah diambil, meskipun belum diumumkan secara resmi kepada publik.
Ia menyebutkan bahwa pengumuman resmi kini menjadi tanggung jawab Hosseini Bushehri, pejabat yang menangani sekretariat lembaga tersebut.
Ketegangan Timur Tengah Masih Berlanjut
Dengan eskalasi militer yang masih terjadi serta dinamika politik internal Iran yang belum sepenuhnya jelas, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah diperkirakan masih akan terus menjadi perhatian internasional dalam beberapa waktu ke depan.
Pengamat menilai stabilitas kawasan sangat bergantung pada perkembangan konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel serta hubungan diplomatik Iran dengan negara-negara Teluk. (ian)


as a preferred source on Google




