California (beritajatim.id) – Pemegang saham Tesla Inc. (TSLA) resmi menyetujui paket kompensasi baru untuk CEO Elon Musk, yang nilainya dapat mencapai US$1 triliun. Keputusan ini disetujui lebih dari 75 persen pemegang saham dalam rapat tahunan yang digelar pada Kamis (6/11/2025) waktu setempat.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang mendukung hasil pemungutan suara ini. Saya sangat menghargainya,” ujar Elon Musk dalam sambutannya.
“Apa yang akan kita lakukan bukan sekadar babak baru dalam perjalanan Tesla, melainkan seluruh buku baru masa depan perusahaan,” tambahnya.
Setelah hasil voting diumumkan, saham Tesla sempat naik pada perdagangan Kamis malam, namun terkoreksi pada sesi perdagangan Jumat pagi waktu New York.
Detail Paket Gaji Elon Musk
Paket gaji baru Musk terdiri atas 12 tahapan opsi saham (stock options) yang nilainya bergantung pada pencapaian target kinerja Tesla. Dewan direksi menyebut target tersebut “sangat ambisius” dan dirancang untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Sebelum paket baru disetujui, Musk memegang sekitar 13 persen saham Tesla setelah menjual sebagian kepemilikannya dalam dua tahun terakhir. Ia mengaku belum menerima bayaran resmi dari Tesla selama beberapa tahun terakhir.
Paket kompensasi sebelumnya pada 2018 masih terlibat sengketa hukum di pengadilan Delaware, di mana sejumlah pemegang saham menggugat proses penetapannya karena dianggap kurang transparan. Saat ini, Mahkamah Agung Delaware tengah meninjau banding yang diajukan Tesla.
Investasi di xAI dan Rencana Masa Depan
Selain menyetujui paket gaji Musk, para pemegang saham juga mendukung proposal investasi Tesla di perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, xAI (XAAI.PVT). Namun, sejumlah besar suara abstain membuat dewan direksi memutuskan untuk meninjau ulang rencana investasi tersebut.
Analis Dan Ives dari Wedbush Securities menilai hasil voting ini akan memperkuat posisi Tesla di sektor kecerdasan buatan.
“Dengan disetujuinya paket kompensasi Musk, kami yakin valuasi Tesla sebagai perusahaan AI akan meningkat signifikan dalam 6–9 bulan ke depan,” tulis Ives.
Produksi Robotaxi dan Optimus Dimulai
Dalam presentasi setelah rapat, Elon Musk mengumumkan bahwa Tesla akan membangun lini produksi 1 juta unit robot humanoid “Optimus” di pabrik Fremont, California. Produksi massal berikutnya ditargetkan mencapai 10 juta unit di fasilitas Giga Texas, Austin.
Musk juga mengungkapkan bahwa produksi Cybercab robotaxi akan dimulai pada April 2026, dengan Miami, Dallas, Phoenix, dan Las Vegas menjadi kota pertama yang akan menguji layanan taksi otonom Tesla.
Tesla Roadster Kembali Hadir
Tak hanya robotaxi, Musk turut mengonfirmasi bahwa Tesla Roadster generasi terbaru akan diperkenalkan pada 1 April 2026. Produksinya dijadwalkan dimulai 12 hingga 18 bulan setelah peluncuran resmi.
Langkah ini menunjukkan komitmen Tesla untuk tetap berinovasi di pasar kendaraan listrik premium sekaligus memperluas ekosistem teknologi otonom berbasis kecerdasan buatan.
Rekap Hasil RUPS Tesla 2025
- 75% pemegang saham menyetujui paket gaji baru Elon Musk
- Tiga direktur — Ira Ehrenpreis, Joe Gebbia, dan Kathleen Wilson-Thompson — kembali terpilih
- Proposal investasi di xAI disetujui sebagian, masih dalam evaluasi
- Produksi Cybercab robotaxi dimulai April 2026
- Produksi massal Optimus humanoid robot di Fremont dan Giga Texas
- Peluncuran Tesla Roadster baru dijadwalkan 1 April 2026
Persetujuan paket kompensasi besar untuk Elon Musk menandai langkah penting dalam memperkuat visi Tesla menuju masa depan berbasis AI, kendaraan otonom, dan robotika industri. Dengan agenda besar hingga 2026, perusahaan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai pelopor teknologi otomotif global. (ris)


as a preferred source on Google



