Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Thrifting: Tren Belanja Hemat atau Konsumtif Terselubung?

Thrifting: Tren Belanja Hemat atau Konsumtif Terselubung?

Agathon AgnarAgathon Agnar Lifestyle 3 September 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya (beritajatim.id) – Thrifting atau belanja barang bekas kini menjelma menjadi gaya hidup populer di kalangan anak muda Indonesia, khususnya generasi milenial dan Gen Z. Aktivitas ini dianggap sebagai cara cerdas untuk mendapatkan barang berkualitas dengan harga terjangkau. Namun, di balik kepopulerannya, muncul pertanyaan besar: benarkah thrifting mencerminkan gaya hidup hemat, atau justru memicu perilaku konsumtif terselubung?

Banyak yang menilai thrifting sebagai alternatif belanja ekonomis. Barang-barang di toko thrift sering kali masih dalam kondisi baik, bahkan ada yang bermerek ternama dengan harga jauh lebih murah. Penelitian Julia et al (2024) menunjukkan bahwa 67% generasi milenial dan Gen Z di Indonesia memilih thrifting karena alasan harga. Tidak heran jika thrifting menjadi pilihan favorit bagi mereka yang ingin tampil stylish tanpa menguras dompet.

Selain alasan finansial, thrifting juga dipandang mendukung konsep sustainable living. Membeli barang bekas berarti memperpanjang usia pakai dan mengurangi limbah tekstil. Thrifting menjadi salah satu solusi untuk menekan jumlah limbah sekaligus menjaga lingkungan.

Meski identik dengan hemat, thrifting juga punya sisi lain yang patut diwaspadai. Banyak orang justru terjebak membeli barang secara berlebihan hanya karena tergoda harga murah. Fenomena ini disebut “konsumerisme terselubung.” tidak sedikit pengunjung toko thrift yang menghabiskan ratusan ribu hingga jutaan rupiah dalam sekali belanja. Kondisi ini membuktikan thrifting bisa berubah menjadi kebiasaan boros jika tidak dikendalikan.

Baca Juga:  Budaya Patah Hati Kaum Muda Zaman Now, Mendaki Jadi Pelarian

Psikolog juga mengingatkan bahwa diskon dan harga murah sering memicu perilaku impulsif. Penelitian Comilang dkk (2024) menyebut bahwa keterjangkauan harga dapat mendorong pembelian yang tidak benar-benar dibutuhkan. Dengan kata lain, thrifting tidak selalu berarti hemat, melainkan bisa menjadi bentuk konsumtif terselubung.

Thrifting juga membawa dampak pada sektor ekonomi lokal. Di satu sisi, ia membantu mengurangi limbah tekstil. Namun di sisi lain, kehadiran pakaian bekas impor membuat pedagang lokal kesulitan bersaing. Kompas.id pernah melaporkan bahwa banyak pelaku UMKM mode kalah saing karena baju impor bekas dijual jauh di bawah harga produk lokal. Situasi ini dapat merugikan pelaku usaha kecil, termasuk penjahit dan produsen pakaian rumahan.

Selain itu, ketidakadilan sosial juga muncul ketika barang bekas dari negara maju membanjiri pasar Indonesia. Misalnya, baju impor bekas seharga Rp50 ribu jelas lebih murah dibandingkan baju buatan tangan lokal yang dijual Rp200 ribu. Kondisi ini berpotensi menekan daya saing industri dalam negeri.

Thrifting dapat menjadi gaya hidup hemat bila dilakukan dengan bijak. Kuncinya adalah membeli barang sesuai kebutuhan, menjaga konsistensi konsumsi, serta mempertimbangkan dampak jangka panjang. Membeli barang thrift berkualitas tinggi dan tahan lama bisa menjadi investasi cerdas, sementara membeli barang murah tapi cepat rusak justru menjadi pemborosan.

Pada akhirnya, thrifting bisa membawa manfaat besar bila dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. Tidak hanya hemat, tetapi juga bisa mendukung keberlanjutan lingkungan. Sebaliknya, tanpa kontrol, thrifting hanya akan menambah perilaku konsumtif yang merugikan diri sendiri dan perekonomian lokal. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Belanja barang bekas Gen Z Gaya hidup hemat anak muda Thrifting Thrifting dan sustainable living Tren thrifting di Indonesia
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026 Lifestyle

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle

5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Setelah Terbangun Tengah Malam, Jangan Langsung Lihat Jam!

3 Juli 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026
Berita Terbaru
PN Jepang Sanae Takaichi

Survei Mainichi: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kabinet PM Jepang Sanae Takaichi Turun ke 41 Persen

20 Juli 2026
Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026
Polri menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembiayaan PT PPA kepada PT BAS. Kerugian negara mencapai Rp38,8 miliar dan aset Rp14,4 miliar disita.

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembiayaan PT PPA ke PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

20 Juli 2026

12 Tips Menggoreng Ikan agar Tidak Berminyak, Renyah Tahan Lama dan Matang Sempurna

20 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.