Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Iran Tunda Negosiasi Final dengan AS, Tunggu Implementasi Lima Poin Awal Kesepakatan Perdamaian Regional

Iran Tunda Negosiasi Final dengan AS, Tunggu Implementasi Lima Poin Awal Kesepakatan Perdamaian Regional

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Internasional 1 Juli 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf

Teheran (beritajatim.id) – Iran menegaskan belum akan melanjutkan perundingan menuju kesepakatan final dengan Amerika Serikat sebelum lima poin awal dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai perdamaian kawasan dijalankan sepenuhnya. Sikap tersebut menunjukkan bahwa implementasi komitmen di lapangan menjadi prasyarat utama bagi Teheran sebelum memasuki tahap negosiasi berikutnya.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dalam wawancara dengan televisi pemerintah IRIB pada Selasa (30/6). Selain menjabat sebagai Ketua Parlemen, Qalibaf juga memimpin tim perunding Iran dalam proses pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait implementasi kesepakatan perdamaian.

Menurut Qalibaf, kunjungan delegasi Iran ke Swiss baru-baru ini difokuskan pada pembahasan pelaksanaan sejumlah poin penting dalam MoU yang ditandatangani kedua negara pada pertengahan Juni 2026. Pemerintah Iran menilai implementasi kesepakatan tersebut harus berjalan secara bertahap sebelum memasuki pembahasan mengenai penyelesaian akhir.

Lima poin awal yang menjadi prioritas Iran meliputi penghentian konflik di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat, pembukaan kembali Selat Hormuz, penerbitan izin atau waiver bagi ekspor minyak mentah Iran, serta pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.

Qalibaf menegaskan bahwa pelaksanaan tahapan berikutnya dalam MoU tidak akan dimulai apabila kelima poin pendahuluan tersebut belum direalisasikan. Menurutnya, implementasi di lapangan menjadi ukuran utama bagi keberlanjutan proses diplomasi antara kedua negara.

Baca Juga:  Wall Street Menguat, Saham Teknologi Kecerdasan Bergerak Dinamis

Dalam wawancara tersebut, Qalibaf juga mengungkapkan bahwa Iran, Amerika Serikat, dan Lebanon telah menyepakati pembentukan komite bersama untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, memastikan berakhirnya konflik di Lebanon, serta menjaga kedaulatan negara tersebut. Ia menyebut Iran dan Amerika Serikat telah menunjuk masing-masing perwakilan dalam komite tersebut.

Di sisi lain, Qalibaf menegaskan bahwa Iran tetap membuka jalur diplomasi sebagai bagian dari penyelesaian konflik kawasan. Namun, ia juga menyatakan pemerintah Iran akan tetap mengambil langkah yang dianggap perlu apabila menghadapi ancaman terhadap kepentingan nasionalnya.

Sementara itu, perkembangan diplomasi kawasan juga melibatkan Qatar sebagai salah satu mediator. Kementerian Luar Negeri Qatar menyampaikan bahwa Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani melakukan pembahasan mengenai situasi regional dan gencatan senjata di Lebanon bersama utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya diplomatik yang terus berlangsung untuk menjaga implementasi kesepakatan damai dan mendorong stabilitas di Timur Tengah setelah meningkatnya ketegangan dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian konflik di kawasan pada 18 Juni 2026. Kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi dimulainya proses negosiasi lanjutan yang difokuskan pada implementasi berbagai komitmen yang telah disepakati kedua pihak.

Empat hari setelah penandatanganan MoU, yakni pada 22 Juni 2026, kedua negara memulai perundingan teknis di Swiss. Pertemuan tersebut dilaksanakan setelah konsultasi tingkat tinggi antara delegasi Iran dan Amerika Serikat sehari sebelumnya dengan fasilitasi pemerintah Pakistan dan Qatar.

Baca Juga:  Tesla Sahkan Paket Gaji Baru Elon Musk Senilai 1 Triliun USD, Seiring Rencana Dimulainya Produksi Robotaxi di 2026

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa proses normalisasi hubungan antara Iran dan Amerika Serikat masih sangat bergantung pada implementasi komitmen awal yang telah disepakati. Keberhasilan pelaksanaan lima poin prioritas tersebut diperkirakan akan menjadi faktor penentu bagi kelanjutan negosiasi menuju kesepakatan damai yang lebih komprehensif sekaligus berpengaruh terhadap stabilitas keamanan dan ekonomi di kawasan Timur Tengah. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Hampir 200 Juta Warga Terdampak dan Korban Jiwa Terus Bertambah

30 Juni 2026 Internasional
Selat Hormuz

AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Hentikan Serangan Sementara, Bahas Keamanan Selat Hormuz di Doha

29 Juni 2026 Internasional
Gempa kembar di Venezuela, ribuan warga tewas. Ratusan gempa susulan terjadi, dan bantuan internasional terus berdatangan.

Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Bertambah Jadi 1.430 Orang, Ribuan Warga Terluka dan Mengungsi

28 Juni 2026 Internasional
Salah satu sudut kota di Venezuela usai gempa besar. Korban tewas mencapai 920 orang, sementara sekitar 50 ribu lainnya masih dilaporkan hilang.

Gempa Dahsyat Venezuela: Bantuan Internasional Berdatangan, Korban Tewas Capai 920 dan 50 Ribu Masih Hilang

27 Juni 2026 Internasional
Lokasi gempa Jepang (foto: Dok Japan Meteorological Agency)

Gempa Magnitudo 7,2 Guncang Jepang Utara, Belasan Orang Terluka dan Warga Diminta Waspada Gempa Susulan

26 Juni 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Senat AS Tolak Resolusi Pembatasan Kewenangan Trump soal Iran, Dua Senator Republik Berbalik Sikap

25 Juni 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Hampir 200 Juta Warga Terdampak dan Korban Jiwa Terus Bertambah

30 Juni 2026
Berita Terbaru
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir

Hari Bhayangkara ke-80, Polri Perkuat Komitmen Pelayanan Publik Lewat Semangat “Polri untuk Masyarakat”

1 Juli 2026
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.

Pemerintah Perkuat Kredit Program, Siapkan Skema Baru bagi Perempuan Pelaku Usaha Mikro Berbunga 8 Persen

1 Juli 2026

Fenomena Langit Juli 2026: Ada Hujan Meteor, Bima Sakti hingga Bulan Purnama Rusa

1 Juli 2026
olda Jabar mengungkap perdagangan ilegal 4.000 Benih Bening Lobster di Pangandaran. Empat tersangka ditetapkan dan berkas perkara telah dinyatakan lengkap.

Polda Jabar Bongkar Perdagangan Ilegal 4.000 Benih Bening Lobster di Pangandaran, Empat Tersangka Ditahan

30 Juni 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Kesiapan Jawa Timur Dorong Perluasan Digitalisasi Bansos di Bawah Arahan Mendagri dan Dewan Ekonomi Nasional

30 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.