Ngawi (beritajatim.id) – Tim gabungan Polda Jawa Timur berhasil menangkap pelaku mutilasi terhadap Uswatun Hasanah (29), warga Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, pada Minggu (26/1/2025) dini hari. Penangkapan dilakukan di Jalan Raya Madiun-Ponorogo, Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Taman, Kota Madiun.
Pelaku berinisial A, warga Tulungagung, ditangkap saat mengemudikan mobil Toyota Voxy mewah bernilai sekitar Rp 700 juta. Operasi penangkapan ini melibatkan tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim bersama Satreskrim gabungan dari Polres Ngawi dan Tulungagung.
Proses penangkapan sempat terekam dalam video berdurasi 34 detik yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, petugas membuntuti mobil pelaku hingga akhirnya menghentikannya di Traffic Light dekat Makam Bulusari, Kota Madiun. Pelaku langsung diseret keluar dari mobil dan dibawa ke kendaraan polisi.
Setelah ditangkap, pelaku mengungkap lokasi beberapa potongan tubuh korban yang sebelumnya belum ditemukan.
Kepala korban ditemukan di kawasan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, terbungkus plastik kresek putih berlapis-lapis. Sementara itu, kaki kanan dan kiri korban ditemukan di pinggir jalan kawasan hutan Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.
Awal Penemuan Jenazah Korban
Kasus ini bermula saat jenazah Uswatun Hasanah ditemukan pada Kamis (23/1/2025) di saluran air Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Ngawi. Tubuh korban ditemukan dalam koper merah merek Rein Deer, namun dalam kondisi tidak utuh.
Identitas korban berhasil diungkap menggunakan teknologi MAMBIS (Mobile Automated Multi-Biometric Identification System). Jenazah korban telah dimakamkan oleh keluarga di Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, pada Jumat malam (24/1/2025).
Polres Ngawi, bersama Polda Jatim, terus melakukan pendalaman kasus ini. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga, untuk mengungkap motif dan kronologi pembunuhan.
Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Joshua Peter Krisnawan, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. “Kami belum bisa memastikan secara detail di mana korban bertemu dengan pelaku. Ada kemungkinan pertemuan terjadi di Tulungagung, namun semuanya masih dalam proses pemeriksaan,” ujarnya.
AKP Joshua juga menegaskan komitmen pihaknya untuk menangani kasus ini secara profesional dengan pendekatan scientific crime investigation.
Dalam upaya pengusutan, polisi turut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di salah satu hotel di Kota Kediri secara tertutup. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti tambahan yang dapat memperkuat kasus.
Hingga saat ini, kepolisian terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa kasus mutilasi yang menggemparkan ini dapat segera terungkap sepenuhnya. (ted)


as a preferred source on Google




