Medan (beritajatim.id) – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Utara bersama Polres Pelabuhan Belawan mencatat capaian besar dalam pemberantasan narkoba. Sepanjang periode 1 Januari hingga 12 Agustus 2025, sebanyak 238 kasus dengan 279 tersangka berhasil diungkap.
Dari operasi tersebut, polisi menyita berbagai jenis narkoba bernilai lebih dari Rp52 miliar, termasuk 28,74 kilogram sabu, 41.396 butir ekstasi, 13 kilogram ganja, 34 saset Happy Water, serta 150 cartridge liquid vape mengandung etomidate.
Konferensi pers atas pengungkapan ini digelar di Mako Polres Pelabuhan Belawan, Rabu (13/8), dihadiri Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, Dirresnarkoba Polda Sumut, serta Kapolres Pelabuhan Belawan.
Fokus Nasional Perangi Narkoba
Kabid Humas Polda Sumut menegaskan pemberantasan narkoba merupakan prioritas nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto dalam Asta Cita ke-7 dan perintah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar jajaran kepolisian “berperang tanpa henti” melawan narkoba dari hulu hingga hilir.
“Jumlah barang bukti yang disita setara dengan menyelamatkan sekitar 225.500 jiwa dari ancaman narkoba,” ujarnya.
Jaringan Internasional Terungkap
Salah satu kasus menonjol adalah penangkapan jaringan internasional asal Thailand. Polisi menemukan penyelundupan 28 kilogram sabu melalui Pelabuhan Belawan, yang dikemas dalam saset bertuliskan Happy Water. Hasil uji laboratorium memastikan isi kemasan adalah narkotika golongan I jenis sabu.
Selain itu, polisi juga mengamankan peredaran cairan vape mengandung etomidate, zat obat keras yang mulai marak di Sumatera Utara.
Seruan untuk Masyarakat
Plh. Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman menegaskan bahwa pihaknya tidak akan kompromi terhadap pelaku narkoba. “Kami akan menindak tegas siapa pun yang terlibat, tanpa pandang bulu. Jangan ada yang menghambat proses hukum,” tegasnya.
Polisi juga mengajak masyarakat aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba maupun premanisme. Dengan dukungan publik dan media, Polda Sumut optimistis mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas narkoba. (ang/hdl)


as a preferred source on Google




