Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Hampir 200 Juta Warga Terdampak dan Korban Jiwa Terus Bertambah

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Hampir 200 Juta Warga Terdampak dan Korban Jiwa Terus Bertambah

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Internasional 30 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist
Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist

Jakarta (beritajatim.id) – Gelombang panas ekstrem terus melanda sebagian besar wilayah Eropa dan diperkirakan memengaruhi hampir 200 juta penduduk yang menghadapi suhu di atas 35 derajat Celsius. Kondisi cuaca yang bergerak ke kawasan Eropa Timur itu telah memicu peningkatan angka kematian, membebani layanan kesehatan, serta memecahkan rekor suhu di sejumlah negara.

Meski beberapa wilayah di Eropa Barat diperkirakan mulai mengalami penurunan suhu, badan meteorologi di sejumlah negara memperingatkan bahwa kondisi terburuk justru akan terjadi di kawasan timur benua tersebut dalam beberapa hari ke depan. Peringatan cuaca tingkat tertinggi telah dikeluarkan di sejumlah negara sebagai antisipasi terhadap risiko kesehatan dan kebakaran.

Di Prancis, Menteri Kesehatan Stephanie Rist mengonfirmasi gelombang panas telah menyebabkan jumlah kematian yang lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, pemerintah Spanyol sebelumnya melaporkan sedikitnya 212 kematian dalam periode empat hari yang diduga berkaitan dengan cuaca ekstrem.

Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan juga terus meningkat. Rumah sakit di Paris melaporkan kunjungan ke unit gawat darurat melonjak sekitar 36 persen pada Jumat dan Sabtu. Di Austria, layanan medis darurat di Wina mencatat peningkatan beban kerja sekitar 15 persen sehingga otoritas setempat menambah personel untuk mengantisipasi lonjakan pasien.

Jerman menjadi salah satu negara yang mengalami kondisi paling ekstrem. Layanan Cuaca Jerman (DWD) menetapkan status siaga merah di sebagian besar wilayah dan mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah negara tersebut, yakni mencapai 41,5 derajat Celsius di wilayah timur.

Baca Juga:  AS Dijadwalkan Kunjungi Moskow Pekan Depan, Perbedaan Mendasar Rusia–Ukraina Masih Menganga

Rekor suhu juga tercatat di sejumlah negara lain. Denmark membukukan suhu tertinggi sepanjang sejarah setelah temperatur mencapai 37 derajat Celsius di dua lokasi dekat Aarhus. Republik Ceko mencatat suhu 40,8 derajat Celsius di wilayah utara Praha dan memperkirakan suhu masih berpotensi mendekati bahkan melampaui 41 derajat Celsius.

Swiss pun kembali mencatat rekor hari terpanas pada bulan Juni untuk hari ketiga berturut-turut. Suhu udara di Kota Basel mencapai 39 derajat Celsius, memperkuat tren cuaca ekstrem yang melanda kawasan Eropa Tengah.

Di Prancis, kondisi diperkirakan mulai membaik secara bertahap. Jumlah wilayah dengan status peringatan merah akan berkurang dari 37 menjadi 24 departemen. Namun, penurunan suhu disertai munculnya badai petir yang memicu gangguan transportasi udara.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan lebih dari 800 penerbangan dari Bandara Heathrow dan Gatwick di London mengalami penundaan, sementara puluhan penerbangan lainnya dibatalkan akibat cuaca buruk yang menyertai perubahan kondisi atmosfer.

Sementara itu, negara-negara di Eropa Timur justru bersiap menghadapi puncak gelombang panas. Rumania mengeluarkan peringatan merah yang berlaku mulai Senin hingga Rabu untuk hampir seluruh wilayah negara. Slovakia menerapkan langkah serupa, sedangkan Republik Ceko, Hungaria, Moldova, dan sejumlah negara Balkan juga menetapkan status siaga tertinggi.

Meski suhu ekstrem memaksa sejumlah kegiatan publik dibatalkan, sebagian aktivitas masyarakat masih tetap berlangsung. Di Jerman, misalnya, penyelenggaraan konser terbuka Berlin Philharmonic tetap dilaksanakan dengan penyesuaian aturan berpakaian bagi para penampil. Sebaliknya, sejumlah agenda olahraga seperti Hamburg Half Marathon terpaksa dibatalkan demi keselamatan peserta.

Baca Juga:  Platform Airborne Infection Defense Resmi Diluncurkan pada ASEAN Health Ministers Meeting ke-16

Para ilmuwan menilai gelombang panas yang semakin sering terjadi merupakan salah satu indikator nyata perubahan iklim global akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca dari penggunaan bahan bakar fosil. Berdasarkan berbagai penelitian, fenomena tersebut diperkirakan akan menjadi lebih sering terjadi, berlangsung lebih lama, dan memiliki intensitas yang semakin tinggi pada masa mendatang.

Pakar meteorologi menjelaskan cuaca ekstrem kali ini dipicu oleh fenomena heat dome, yakni massa udara panas dari Afrika Utara yang terperangkap di atmosfer sehingga menghambat sirkulasi udara dan menyebabkan suhu terus meningkat. Meski fenomena tersebut bukan hal baru, intensitas suhu yang tercatat tahun ini berada pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya di sejumlah negara Eropa.

Gelombang panas 2026 kembali menjadi pengingat bahwa perubahan iklim tidak lagi sekadar ancaman jangka panjang, tetapi telah memberikan dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, ketahanan infrastruktur, transportasi, hingga aktivitas ekonomi di berbagai negara. Pemerintah di kawasan Eropa pun terus mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruang, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit akibat suhu ekstrem. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Selat Hormuz

AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Hentikan Serangan Sementara, Bahas Keamanan Selat Hormuz di Doha

29 Juni 2026 Internasional
Gempa kembar di Venezuela, ribuan warga tewas. Ratusan gempa susulan terjadi, dan bantuan internasional terus berdatangan.

Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Bertambah Jadi 1.430 Orang, Ribuan Warga Terluka dan Mengungsi

28 Juni 2026 Internasional
Salah satu sudut kota di Venezuela usai gempa besar. Korban tewas mencapai 920 orang, sementara sekitar 50 ribu lainnya masih dilaporkan hilang.

Gempa Dahsyat Venezuela: Bantuan Internasional Berdatangan, Korban Tewas Capai 920 dan 50 Ribu Masih Hilang

27 Juni 2026 Internasional
Lokasi gempa Jepang (foto: Dok Japan Meteorological Agency)

Gempa Magnitudo 7,2 Guncang Jepang Utara, Belasan Orang Terluka dan Warga Diminta Waspada Gempa Susulan

26 Juni 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Senat AS Tolak Resolusi Pembatasan Kewenangan Trump soal Iran, Dua Senator Republik Berbalik Sikap

25 Juni 2026 Internasional
Andy Burnham

Starmer Mundur, Andy Burnham jadi Kandidat Terkuat Perdana Menteri Baru Inggris

24 Juni 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Selat Hormuz

AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Hentikan Serangan Sementara, Bahas Keamanan Selat Hormuz di Doha

29 Juni 2026
Berita Terbaru
Pertemuan Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK di Universitas Atmajaya Yogyakarta, (foto: Istimewa)

Pernyataan Moral APTIK: Sorot Kebebasan Sipil hingga Tata Kelola Pemerintahan

30 Juni 2026
Kurnia Ramadhani

Kisah Alumni UNAIR Kurnia Ramadhani: Dari Puskesmas di Probolinggo hingga Riset Kesehatan Publik di Belanda

30 Juni 2026
Khofifah dan Menteri PPPA meluncurkan PELITA ASN di Harganas 2026 untuk memperkuat ketahanan keluarga aparatur sipil negara di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan PELITA ASN di Harganas 2026, Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Tingkatkan Kinerja ASN

30 Juni 2026
SKK Migas Jabanusa dan KKKS mengusulkan optimalisasi instrumen fiskal bagi daerah pesisir guna mendukung pembangunan dan keberlanjutan sektor hulu migas.

SKK Migas Jabanusa dan KKKS Dorong Optimalisasi Fiskal Daerah Pesisir, Serahkan Rekomendasi Strategis ke Pemerintah Pusat

30 Juni 2026
Wapres Gibran mengapresiasi Khofifah karena ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen dan tetap menjadi provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia.

Wapres Gibran Beri Apresiasi, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen dan Tetap Jadi Penghasil Beras Terbesar RI

30 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.