Rote Ndao (beritajatim.id) – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui jajaran Polres Rote Ndao kembali berhasil mengamankan satu unit kapal laut tanpa identitas di perairan selatan Pulau Rote, tepatnya di wilayah Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.
Dari kapal tersebut, petugas menemukan tujuh warga negara asing asal China dan tiga anak buah kapal (ABK) asal Sulawesi Tenggara.
Informasi awal diperoleh sekitar pukul 16.00 WITA ketika sejumlah nelayan yang sedang memancing di sekitar Pulau Ndana melihat kapal berwarna putih mencurigakan dengan mesin masih menyala namun tanpa tanda identitas.
Salah satu nelayan bernama Muhidin kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Dalek Esa, Bripka Edy Suryadi, yang selanjutnya meneruskan laporan itu ke pihak kepolisian.
Dengan pengawasan aparat, nelayan bersama warga menggiring kapal tersebut menuju Pelabuhan Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya. Setibanya di pelabuhan sekitar pukul 17.00 WITA, Kapolsek Rote Barat Daya Ipda Godfried E. S. Mail bersama personel Polsek dan Polres Rote Ndao langsung melakukan pemeriksaan dan pengamanan. Dari hasil pengecekan awal, ditemukan tiga ABK WNI dan tujuh penumpang WNA asal China di atas kapal.
Ketiga ABK yang diamankan masing-masing berinisial AC (22), JS (32), dan IDR (46), seluruhnya berasal dari Desa Pasipadanga, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Sementara tujuh warga negara asing asal China yang diamankan masing-masing berinisial LWS (34), CXB (46), LSJ (39), ZJ (42), HX (46), ZZY (48), dan SY (35).
Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono yang turut hadir di lokasi memimpin langsung proses evakuasi seluruh penumpang dan ABK kapal ke Mapolres Rote Ndao menggunakan truk Dalmas dan mobil Patwal Ranger. Proses evakuasi berjalan lancar dengan pengamanan ketat aparat dan mendapat perhatian media setempat.
Dalam keterangannya, AKBP Mardiono menyampaikan pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan tujuan dan aktivitas kapal misterius tersebut.
“Tiga ABK WNI akan diperiksa secara intensif, sementara tujuh WNA asal China akan kami koordinasikan dengan pihak Imigrasi Kupang untuk proses hukum dan keimigrasian lebih lanjut,” ujar Mardiono.
Ia juga mengapresiasi laporan cepat dari masyarakat yang memungkinkan tindakan kepolisian dilakukan tepat waktu. “Kami sangat menghargai peran aktif masyarakat yang sigap melapor. Sinergi ini penting agar tindakan kepolisian bisa cepat dan akurat,” tambahnya.
Menanggapi keberhasilan tersebut, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra memberikan apresiasi atas kerja cepat jajaran Polres Rote Ndao.
“Kapolda NTT memberikan penghargaan atas respons cepat dalam mengamankan kapal asing dan menyelamatkan para imigran ilegal tersebut. Ini menunjukkan kesiapsiagaan Polri dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan NTT, terutama di daerah perbatasan,” ujar Henry.
Ia menegaskan bahwa Polda NTT terus memperketat pengawasan di wilayah perairan, terutama jalur rawan penyelundupan manusia dan aktivitas ilegal lintas negara. “Kami mendorong masyarakat pesisir agar tidak ragu melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan di laut,” tegasnya.
Saat ini kapal tanpa nama tersebut telah diamankan di Pelabuhan Oebou untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim gabungan Polres Rote Ndao, Polairud, dan pihak Imigrasi Kupang. Polda NTT memastikan akan terus mengusut kasus ini guna mengungkap kemungkinan jaringan penyelundupan manusia di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur. (ang)


as a preferred source on Google




